Apatisme terhadap Sekolah Islam

Salah seorang kompasianer yang tinggal di link berikut: www.kompasiana.com/doni_swa yang merupakan kompasianer sejak 28 Januari 2011 telah menulis sebuah apatisme terhadap sekolah-sekolah Islam. Berikut pemikiran dan gagasannya. Ada yang bisa menjawab?

***

Saya tak tertarik untuk ikut-ikutan memasukkan anak saya untuk sekolah di SDIT manapun, mengapa?

1. Politisasi pendidikan

Sulit mengatakan bahwa tidak ada hubungan antara JSIT ( SDIT dan SMPIT) dengan PKS. Silahkan cek sendiri mulai dari para pengurus JSIT, pengurus Yayasan di tiap sekolah, hingga para guru dan karyawannya. Bila sudah begini jangan heran bila PKS punya hajat untuk mengerahkan massa maka sekolah-sekolah ini akan mengerahkan baladnya untuk ikut terjun ke lapangan walau di saat jam kerja sekalipun! Padahal isyu yang diangkat banyak yang tidak berhubungan dengan dunia pendidikan, seperti pengerahan massa untuk pilkada, direct selling (istilah untuk menarik massa pemilih dengan cara door to door), Palestina, anti Amerika, dan lain-lain. Stiker, spanduk, baliho calon yang dukung dalam pilkadapun terkadang dapat ditemukan dengan mudah di dalam maupun di sekitar area sekolah. Sampai-sampai ada sebuah SDIT yang taglinenya kelewat maksa dengan mengambil kepanjangan dari PKS menjadi Pintar, Kreatif, Soleh. Luar biasa….kalau sudah begini saya hanya bisa geleng-geleng kepala.

2. Mahal tapi tak sebanding dengan kesejahteraan karyawan

Mahal itu subjektif, tapi bila harus merogoh kocek di atas 10 hingga 25 juta untuk uang pangkal dan SPP mendekati 1 jutaan per bulannya maka bagi sebagan besar masyarakat Indonesia harga tersebut jelaslah mahal. PKS boleh menyatakan sebagai partai yang memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan. Tapi di lapangan, terutama di dunia pendidikan yang dikelola oleh para kader-kadernya hal tersebut jelaslah hanya sebuah ungkapan manis tanpa makna, alias sampah tak berguna. Sebab pada kenyataannya kerja keras guru dan karyawannya yang harus bekerja di atas 8 jam, bahkan harus ikut-ikutan pengerahan massa di arena pilkada segala tidak sebanding dengan gaji yang diterima. Dengan uang masuk dan SPP seperti di atas rata-rata gaji guru-guru SDIT hanya berkisar 1 hingga 2 juta an saja. Oleh karenanya tak heran bila di SDIT lalu lalang guru yang keluar masuk sangat tinggi. Dengan kondisi demikian bisa dibayangkan suasana belajar yang dirasakan oleh para siswa yang sering gonta ganti guru seperti itu.

3. Jadi kendaraan politik

Banyak para pemilik/pengurus yayasan yang menaungi SDIT ini menjadi politisi berkat limpahan uang dari penyelenggaraan pendidikan ala SDIT ini. Tak semuanya memang. Namun ulah oknum-oknum seperti ini ibarat orang yang menari di atas bangkai saudaranya sendiri. Di saat karyawan dan guru sedang kesusahan mereka malah bergelimang kemewahan.

4. Eklusif dan homogen

Alasan ke-4 ini sangat subjektif. Bagi saya anak harus diajarkan menghargai perbedaan sedari kecil. Oleh karenanya biarkan anak berinteraksi dengan ingkungan yang plural, lintas suku, agama warna kulit strata sosial dan lain-lain. Hal ini tidak akan ditemui di SDIT, karena semua serba eklusif dan homogen (Muslim, menengah atas, perkotaan). Seandainya anak-anak ini telah menamatkan SD dan telah masuk ke jenjang SMP/SMA maka banyak yang “kaget”hingga mereka menjadi sulit berbeda, manja, dan cenderung ingin lepas bebas. Tak jarang alumni SDIT yang begitu memasuki usia remaja malah menjadi anak yang sulit diatur, bandel dan lepas kendali. Mungkin karena terlalu terkekang sewaktu kecilnya….

http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/06/15/alasan-saya-tak-memasukkan-anak-ke-sekolah-dasar-islam-terpadu-sdit-569069.html

 

Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT)

Berawal dari lima satuan sekolah dasar yang berdiri pada 1993 di wilayah Jabodetabek, sekolah Islam terpadu (SIT) telah berkembang pesat di seluruh Indonesia. Kelima sekolah yang menjadi cikal bakal model penyelengaraan SIT itu, yakni SDIT Nurul Fikri Depok, SDIT Al Hikmah Jakarta Selatan, SDIT Iqro Bekasi, SDIT Ummul Quro Bogor, dan SDIT Al Khayrot Jakarta Timur. Sejak saat itu, SIT terus bermunculan dan berkembang. Hingga 2013, jumlah sekolah yang berada dalam Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia mencapai 1.926 unit sekolah. Yakni, terdiri atas 879 unit TK, 723 unit SD, 256 unit SMP, dan 68 unit SMA.

Ketua JSIT Indonesia Sukro Muhab mengungkapkan, inspirasi membangun sekolah Islam bermutu didorong keinginan mendirikan sekolah yang bebas dari sekularisme. Yakni, sekolah yang mengintegrasikan pendidikan umum dan agama dalam suatu jalinan kurikulum, pembelajaran, dan lingkungan terpadu. “Selain itu, ada semangat mendirikan sekolah bermutu layaknya sekolah-sekolah berstandar dunia,” ujarnya, Rabu (29/1).

Tingginya minat masyarakat menyekolahkan putra-putrinya di SIT, menurut Sukro, tak lepas dari tiga kunci utama keberhasilan proses pendidikan di SIT. Pertama, niat dan dedikasi pendidik di SIT berpijak pada motif menggapai ridha Allah semata. Kedua, kepercayaan dan harapan yang tinggi dari orang tua kepada SIT. Ketiga, dukungan masyarakat, pemerintah, dan pihak lain bagi kebangkitan sekolah Islam bermutu.

Kini, perkembangan sekolah Islam menjadi tren yang fenomenal di kawasan Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Hal itu ditandai dengan munculnya semangat menolak fenomena sekularisme dalam filosofi pendidikan.

Seorang peneliti dari Lee Kuan Yew School of Public Policy, Singapura, mengungkapkan, SIT menolak dikotomi antara pendidikan agama dan sekuler. Peneliti itu menambahkan, SIT berkembang di kota-kota besar dan diminati kalangan menengah ke atas.

Para penyelenggara SIT kebanyakan dari kalangan Muslim terdidik yang memiliki tingkat kesadaran Islam yang tinggi. Keberadaan SIT, baik penyebaran maupun pertumbuhannya di Indonesia, sangat dipengaruhi keberadaan JSIT Indonesia.

JSIT Indonesia merupakan organisasi yang dibentuk para pendiri SIT. Setelah mengalami pertumbuhan cukup signifikan, mereka menggagas payung organisasi yang berfungsi sebagai wadah pembinaan dan pemberdayaan SIT.

Menurut Sukro, JSIT Indonesia menjadi wadah berhimpunnya sekolah Islam yang memiliki filosofi, konsepsi, dan aplikasi sama dalam penyelenggaraan sekolah. Mayoritas menggunakan brand SIT mulai dari pendidikan tingkat usia dini, sekolah dasar, sampai sekolah menengah.

JSIT Indonesia yang berdiri pada 31 Juli 2003 dinakhodai Dr Fahmy Alaydroes, yang juga ketua yayasan pendidikan Nurul Fikri. Kini, JSIT memasuki usia satu dekade. Banyak pemberdayaan yang dilakukan terhadap sekolah Islam yang berafiliasi dalam jaringannya.

Selain menggelar sederet pelatihan, JSIT Indonesia bekerja sama dengan lembaga pendidikan internasional. Antara lain, International Center for Educational Excellence Malaysia, Association For Academic Quality Pakistan, Sekolah Islam Al Irsyad dan Aljuneid Singapura, Smart Bestari Thailand, dan Khoirat Foundation Turki.

Segudang prestasi diraih peserta didik dan SIT dalam ajang nasional dan intenasional. Baik dalam kompetisi olimpiade sains maupun kegiatan olahraga dan seni. Tak kalah pentingnya rata-rata lulusan SDIT mampu menghafal satu juz Alquran, sedangkan SMPIT dan SMAIT lebih dari dua juz.

Pada 31 Januari hingga 2 Februari 2014, JSIT Indonesia akan menggelar Puncak Milad ke-10 di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat. Tema utama yang diusung adalah Dedikasi JSIT Indonesia untuk Pendidikan Bangsa yang Bermutu dan Religius. Sebanyak 860 pimpinan SIT dari seluruh Indonesia ikut serta dalam acara yang dibuka Wakil Menteri Pendidikan Musliar Kasim.

http://www.jsit-indonesia.com/?p=8

 

KEGIATAN JSIT

  1. Lokakarya untuk Sekolah Islam Terpadu di Indonesia
  2. Penerbitan majalah bulanan untuk pendidikan
  3. Seminar nasional dan internasional
  4. Kegiatan Kepramukaan Sekolah Islam Terpadu
  5. Penggalangan dana kemanusiaan
  6. Pelatihan guru dan kepala sekolah se-Indonesia
  7. Try Out Nasional JSIT Indonesia
  8. Kunjungan pendidikan ke negara lai

E-SILATURAHMI ‘ALA IBAD AR-RAHMAN ISLAMIC BOARDING SCHOOL (IRIBS)

 

Menjalin ukhuwwah islamiyyah merupakan keharusan bagi setiap insan beriman yang ingin dipanjangkan umurnya dan diluaskan rizqinya. Langkah menjalin ukhuwwah islamiyyah adalah melalui silaturrahim. Sebenarnya silaturrahim (shilaaturrahiim) adalah sebutan untuk kegiatan menjalin hubungan dengan orang-orang yang masih memiliki hubungan kekerabatan/pertalian darah. Istilah silaturrahim di Indonesia lantas mengalami perluasan makna sehingga silaturrahim disebut-sebut sebagai segala aktivitas jalinan hubungan.

Pondok Pasantren Modern Ibad Ar Rahman Islamic Boarding School tergerak untuk menjelmakan e-Silaturahmi yang terdiri dari dua cara.
Pertama untuk menyampaikan berita dalam bentuk teks yaitu IRIBS SMS Gateway yang sementara baru berfungsi sebagai SMS Broadcaster yang hanya mengirim SMS satu arah insyaAllah sesuai dengan namanya maka fungsinya nanti akan meningkat menjadi interaktif, untuk SMS ini kami menggunakan nomor GSM yang mudah diingat yaitu 087771110AIR dan 085719180AIR dimana tiga huruf terakhir sebenarnya adalah angka 247 pada keypad HP yang non qwerty.
Kedua untuk menyampaikan berita tidak hanya dalam bentuk teks tetapi juga gambar yaitu website http://www.air.or.id yang untuk sementara baru menyampaikan berita satu arah dari Pondok saja, seperti juga SMS insyaAllah website ini akan ditingkatkan menjadi interaktif agar Orangtua/Wali Santri dapat mengakses database Pondok untuk mengetahui data kemajuan anaknya.

Di samping menjalin ukhuwwah islamiyyah, IRIBS juga kerap menjalin ukhuwwah insaniyyah. Berawal dari info salah seorang wali santri, yang mempunyai hubungan baik ke salah seorang staff USA embassy dimana dipaparkan bahwa putra beliau menjadi salah satu santri di Pondok Pesantren Modern yang berada di Pandeglang, tidak ketinggalan beliau pun memaparkan kelebihan-kelebihan di Ibad arRahman Islamic Boarding School, membuat Mr. Ted Lyng tertarik untuk mengunjungi IRIBS.
Kunjungan ini tidak lain adalah untuk saling mengenal diantara keduanya, dan ingin mengetahui segala aktivitas belajar-mengajar di IRIBS,sesuai dengan isi surat yang dilayangkan dari kedutaan Amerika Serikat pada 03 Maret 2014.

Pada tanggal 13 Februari 2014, merupakan kehormatan bagi Pondok Pesantren Ibad Ar Rahman dapat menyelenggarakan Pertemuan Kepala sekolah yang tergabung dalam Jaringan Sekolah Islam Terpadu. Pertemuan ini dihadiri oleh 15 orang Kepala Sekolah atau wakilnya dari sekolah sekolah yang tergabung dalam JSIT.

 

Website: http://www.air.or.id

Telepon : +62 253 5211015, 087772621981, 081387341639, 087772711132
Email: info@air.or.id

 

All rights reserved: Brilly El-Rasheed

Mezzo One Stop Living

Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School dapat dikategorikan sebuah lembaga pendidikan berbasis IBS yang cukup komprehensif. Yayasan yang berlokasi secara integrative di Jl. Nurul Iman no. 1 Waru Jaya, Parung, Bogor, Jawa Barat, Indonesia ini mengelola jenjang Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, serta Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Iman.

Untuk menopang berbagai kebutuhan financial, yayasan ini menggunakan konsep mezzo one stop living yang biasa diterapkan oleh para developer hunian (apartemen, regency, resort, dll). Di lokasi IBS yang satu ini, ada beragam bentuk kewirausahaan yang dijalankan oleh santri-santrinya, mulai dari daur ulang barang-barang bekas, konveksi, barbershop, offset, pabrik roti, perikanan, peternakan, public entertainment, studio, pembuatan aneka olahan kacang kedelai (tahu, tempe dan susu kedelai), toserba (toko serba ada) serta produksi air minum dalam kemasan (AMDK) dengan teknologi Reverse Osmosis.

Segudang fasilitas penunjang ini diakui oleh Pesantren Tebuireng, saat melakukan studi banding di IBS ini pada 1 Mei 2014 silam, bahwa Al Ashriyyah Nurul Iman patut dijadikan contoh sebagai pesantren baru yang mampu memberikan pendidikan gratis untuk anak bangsa.

Konsep mezzo one stop living ini memang sangat bagus didiseminasikan di IBS-IBS lainnya karena selain mampu meningkatkan daya saing dan daya tawar, konsep ini dapat memudahkan para santrinya/muridnya menerapkan ilmu-ilmu yang didapat di bangku sekolah. Kemandirian yayasan pun dapat ditingkatkan.

IBS Al Ashriyyah Nurul Iman kerap melibatkan pihak-pihak pemangku kepentingan di wilayah sekitar sebagai bentuk pelaksanaan fungsi-fungi kehumasan. Salah satunya mengundang tim Badang Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk mensosialisasikan pentingnya para santri di lingkungan IBS agar sebisa mungkin turut serta memberantas terorisme.

Website               : http://www.nuruliman.or.id

Telepon               : (0251) 7165512

Email                     : info@nuruliman.or.id

 

All rights reserved: Brilly El-Rasheed

IBS Klasik

Konsep Islamic Boarding School (IBS) sesungguhnya terinspirasi dari asrama-asrama yang didirikan oleh para masyayikh atau ulama di Indonesia atau yang lazim disebut pondok pesantren (ponpes). Sudah menjadi ciri khas dari ponpes klasik adalah menyelenggarakan Bahtsul Masail (BM). BM adalah forum pengkajian permasalahan yang aktual maupun klasik dengan mengeksplorasi kitab-kitab klasik madzhab, maupun kontemporer. Beberapa IBS yang modern, ikut mengadakan kegiatan BM, baik oleh para pendidik/ustadz yang mengajar di situ, maupun dengan mengundang para alim/ustadz dari lembaga ponpes klasik.

Ini di antara link pondok dan lembaga yang rajin dan rutin mengadakan bahtsul masail yang bisa menjadi bantuan buat kita barangkali ada masalah yang sudah dijawab oleh situs-situs berikut.
http://fiqhkontemporer99.blogspot.com/
http://www.piss-ktb.com/
http://lbm.mudimesra.com/
http://fbmpppare.blogspot.com/
http://pcnukrw.wordpress.com/tag/lbm-nu/
http://www.nusurabaya.or.id/tag/lbm-nu/
http://lbmnu-ngawi.blogspot.com/
http://lbmnubojonegoro.or.id/
http://lbmpcnublitar.blogspot.com/
http://ppalfattahpule.wordpress.com/category/lbm/
http://lbmnu-pamekasan.blogspot.com/
http://nukudus.com/
http://lbm.lirboyo.net/
http://bm-mwctjb.blogspot.com/
http://www.ppalanwar.com/default_templates/bahtsul_masail/
http://santrialmubarok.blogspot.com/p/bahtsul-masail.html
http://www.kalamsalaf.com/
http://fiqhsalafiyyach.blogspot.com/
http://huda-sarungan.blogspot.com/

IBS Bangkitkan Semangat Belajar

Sistem pendidikan di Indonesia kini tengah mengalami perkembangan yang signifikan, terlihat dari mulai menjamurnya lembaga pendidikan yang memadukan sistem pengajaran berbasis ilmu pengetahuan dan agama. Apakah anda tahu tentang boarding school? Boarding School tidak lain adalah sistem sekolah dengan asrama, peserta didik tinggal dalam lingkungan sekolah dalam waktu tertentu biasanya satu semester diselingi dengan berlibur satu bulan sampai menamatkan sekolahnya.

Di lingkungan sekolah ini mereka dipacu untuk menguasai ilmu dan teknologi secara intensif sedangkan selama di lingkungan asrama mereka ditempa untuk menerapkan ajaran agama atau nilai-nilai khusus serta  mengekspresikan rasa seni dan keterampilan hidup di hari libur. Hari-hari mereka adalah hari-hari berinteraksi dengan teman sebaya dan para guru. Rutinitas kegiatan   tersebut berlangsung dari pagi hingga malam sampai bertemu pagi lagi. Hampir setiap hari kegiatan mereka selalu dilingkupi oleh dinamika kehidupan yang serba sama karena sesuai dengan jadwal kegiatan yang diberikan oleh pihak lembaga pendidikan tersebut.

 

 

Pendidikan berasrama telah banyak melahirkan tokoh besar Seperti halnya Filosof Plato hingga cendekiawan. Yang perlu menjadi catatan adalah bahwa mereka memang orang-orang yang bercikal bakal menjadi the great man and indigenous people. Apakah boarding  school memang bukan untuk pendidikan orang biasa? Atau sekolah ini khusus melahirkan calon-calon orang besar?

Membangun Pendidikan Menjadi Lebih Baik

Kehadiran boarding school merupakan alternatif baru dalam membangun sistem pendidikan berbasis teknologi dan agama. Keberadaan boarding school tentu diharapkan dapat merubah paradigma sistem pendidikan yang selama ini memisahkan antara ilmu pengetahuan dan agama. Beberapa faktor muncul akibat ketidak puasan masyarakat akan sistem pendidikan yang berlangsung selama ini. Pertama, lingkungan sosial kita kini telah banyak berubah terutama di kota-kota besar. Sebagian besar penduduk tidak lagi tinggal dalam suasana masyarakat yang homogen, kebiasaan lama bertempat tinggal dengan keluarga besar telah lama bergeser ke arah masyarakat yang heterogen, majemuk, dan plural.

Hal ini berimbas pada pola perilaku masyarakat yang berbeda karena berada dalam pengaruh nilai-nilai yang berbeda pula. Oleh karena itu, sebagian besar masyarakat yang terdidik dengan baik menganggap bahwa lingkungan sosial seperti itu sudah tidak lagi kondusif bagi pertumbuhan dan perkembangan intelektual dan moralitas anak.

Kedua, keadaan ekonomi masyarakat yang semakin membaik mendorong pemenuhan kebutuhan di atas kebutuhan dasar seperti kesehatan dan pendidikan. Bagi kalangan menengah ke atas yang baru muncul akibat tingkat pendidikan mereka yang cukup tinggi sehingga mendapatkan posisi-posisi yang baik dalam lapangan pekerjaan berimplikasi pada tingginya penghasilan mereka. Hal ini mendorong niat dan tekad untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anaknya melebihi pendidikan yang telah diterima orang tuanya.

Ketiga, cara pandang religiusitas. Kecenderungan terbaru masyarakat perkotaan sedang bergerak ke arah yang semakin religius. Indikatornya adalah semakin diminati dan semaraknya kajian dan berbagai kegiatan keagamaan. Modernitas membawa implikasi negatif dengan adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan ruhani dan jasmani. Untuk itu masyarakat tidak ingin hal yang sama akan menimpa anak-anak mereka. Intinya, ada keinginan untuk melahirkan generasi yang lebih agamis atau memiliki nilai-nilai hidup yang baik mendorong orang tua mencarikan sistem pendidikan alternatif.

Dari ketiga faktor di atas, sistem pendidikan boarding school seolah menemukan pasarnya. Dari segi sosial, sistem boarding school mengisolasi anak didik dari lingkungan sosial yang heterogen yang cenderung buruk. Di lingkungan sekolah dan asrama dikontruksi suatu lingkungan sosial yang relatif homogen yakni teman sebaya dan para guru pembimbing. Homogen dalam tujuan yakni menimba ilmu untuk menggapai harapan hidup yang lebih berkualitas.

Dari segi ekonomi, boarding school memberikan layanan yang paripurna sehingga menuntut biaya yang cukup tinggi. Oleh karena itu, anak didik akan benar-benar terlayani dengan baik melalui berbagai layanan pendidikan dan fasilitas yang baik.

Terakhir dari segi semangat religiusitas, boarding school menjanjikan pendidikan yang seimbang antara kebutuhan jasmani dan rohani, intelektual dan spiritual. Diharapkan akan lahir peserta didik yang tangguh secara keduniaan dengan ilmu dan teknologi, serta siap secara iman dan amal soleh.

Kondisi di atas memungkinkan para siswa berkembang menjadi pribadi yang utuh (insan kamil) sebagai prasyarat untuk menjadi pemimpin. Dimana, pemimpin harus memiliki sifat-sifat yang baik seperti: creativity, morality, courage, knowledge, dan commitment. Calon pemimpin minimal harus memiliki kelima sifat-sifat positif tersebut, mengingat pemimpin bisa menjadi simbol moral dan pemersatu bagi komunitasnya, pemimpin harus bisa menjadi agent of development menuju kesejahteraan, kemakmuran. Seorang pemimpin harus mampu membawa komunitasnya melangkah jauh ke depan.

Manfaat Boarding School

1. Peserta didik fokus kepada pelajaran

2. Pembelajaran hidup bersama

3. Terhindar dari hal-hal yang negatif seperti merokok narkoba

4. Bebas dari kemacetan saat peserta didik berangkat sekolah

5. Bebas dari tawuran

6. Bebas dari tayang/ film/ sinetron yang tidak mendidik

7. Lingkungan nyaman, udara bersih bebas polusi

8. Orang tua tidak terlalu khawatir terhadap anaknya, karena aman

 

Namun, pada akhirnya apapun sistem pendidikan yang banyak ditawarkan oleh berbagai lembaga pendidikan baik berbasis boarding school atau tidak, semua pilihan berada di tangan kita. Kitalah yang tahu apa yang terbaik bagi masa depan putra putri kita semua.

Diadopsi dari http://www.muzakki.com/pengetahuan/pengetahuan/364-islamic-boarding-school-membangkitkan-semangat-belajar-anak-negeri.html

Laporan BBC tentang IBS

Sekolah berasrama berbasis agama jelas bukan merupakan hal baru di Indonesia, namun tampaknya kemajuan ekonomi membuat munculnya sekolah berasrama modern.

Jika selama ini mungkin sudah sering terdengar pondok pesantren Islam maupun asrama sekolah Katolik dengan ajaran agama yang kuat, belakangan muncul sekolah berasrama yang masih berkarakter agama walau pelajaran agama tidak seketat sekolah asrama yang sebelumnya.

IIBS atau International Islamic Boarding School adalah salah satu sekolah yang masih menawarkan unsur agama namun tak kalah kuatnya adalah tawaran fasilitas premium.

“Di dalam asrama pendidikan berlangsung lebih lama. Di sini kami mengajarkan budi pekerti, memberikan tauziah dan cara sholat mulai pukul enam hingga delapan malam setelah itu siswa belajar mandiri,” kata Zerry Novian, Kepala Sekolah SMA International Islamic Boarding School yang terletak di kawasan industri Cikarang, Jawa Barat.

Di IIBS -sama seperti sekolah tradisi sekolah Islam berasrama- semua siswa, misalnya, mengaji setiap harinya.

“Nilai-nilai agama Islam kami upayakan untuk disatukan dengan kegiatan sehari-hari,” tambah Zerry.

Namun selain ajaran agama Islam yang kuat, IIBS juga menawarkan sejumlah tawaran yang berbeda dengan sekolah yang ada.

Fasilitas sekolah modern seperti tata audio di kelas dan juga perangkat komputer modern melengkapi sejumlah ruang kelas IIBS.

Siswa juga diajarkan menggunakan bahasa pengantar berupa bahasa Inggris di sejumlah mata pelajarannya.

Untuk menjamin pengajaran berkualitas tinggi, IIBS memilih untuk mempekerjakan para tenaga pengajar lulusan S2 dan S3.

“Pengajar kami hampir 25% adalah lulusan post graduate, ada yang S2, S3 dan ada yang lulusan luar negeri,” kata Zerry.

Aktifitas terjamin

Letak sekolah dengan fasilitas berasrama ini umumnya berada di luar Jakarta dan setidaknya terdapat tiga hingga empat sekolah berasrama modern yang baru di sekitar Jakarta.

Zerry mengatakan kecenderungan pertumbuhan jumlah siswa di sekolah seperti itu menunjukan peningkatan yang cukup baik.

“Dari perjalanan IIBS, awalnya hanya 40 siswa namun sekarang sudah 140 untuk siswa SMA yang menjalani sekolah dengan sistem boarding.”

“Siswa yang bersekolah di sini 40 persen berasal dari luar Jawa.”

Didirikan empat tahun lalu, IIBS awalnya hanya mengkhusukan pendidikan pada siswa di tingkat SMA namun belakangan mereka juga mengembangkan sekolah untuk tingkat SD dan SMP.

Hanya para siswa SD belum ada tawaran untuk tinggal di asrama sedangkan siswa SMP masih diperkenankan untuk memilih tinggal di asrama atau tetap di rumahnya bersama keluarga masing-masing.

Sepertinya keinginan agar anak tetap mendapat perhatian di tengah-tengah kesibukan orang tua, menjadi salah satu alasan untuk mengirim anak ke sekolah berasrama modern.

“Orang tua pada umumnya semakin lama semakin sibuk sementara di boarding akan terawasi dan terbimbing selama 24 jam oleh pengawas dan tutor-tutor. Jadi aktivitasnya lebih terjamin,” kata Prof Dr Bambang Pranowo, Guru Besar Sosiologi Islam di UIN Syarif Hidayatullah.

Dan Herman Sani, salah seorang yang mengirim tiga putranya ke IIBS, mengaku bahwa sistem pendidikan yang ditawarkan IIBS membantu mereka dalam mengembangkan pendidikan putra-putranya.

“Saya melihat karena kesibukan kami sebagai orang tua maka anak bersekolah di boarding bisa lebih berkonsentrasi dan mandiri. Dengan arahan pembimbing dan kondisi di sana anak-anak bisa lebih disiplin,” kata Herman Sani.

Pengalaman luar negeri

Dengan sistem berasrama, maka jumlah jam belajar praktis juga lebih banyak, sementara pada sisi lain jumlah siswa yang relatif sedikit memungkinkan proses belajar yang lebih intensif.

Oleh karena itu IIBS bisa memadatkan pelajaran tingkat SMA bisa diselesaikan dalam waktu dua tahun, atau setahun lebih cepat dibanding dengan SMA umum lainnya.

IIBS -yang dikelola oleh PT Internasional Islamic Boarding School- kini sedang berupaya untuk membuka cabangnya di luar negeri.

Bagaimanapun keinginan agar siswa-siswa mereka mendapat pengalaman belajar dan hidup di luar negeri sudah ditempuh dengan pengiriman siswa selama satu bulan ke luar negeri.

“Itu merupakan program wajib kami, siswa boleh memilih apakah ingin mengetahui budaya barat di Kanada atau timur di kawasan Timur Tengah,” kata Zerry.

“Bagi saya dengan hasil yang kami peroleh maka uang yang kami keluarkan sepertinya tidak seimbang. Saya menyukai hasilnya dan biaya bagi kami tidak masalah.”

Herman Sani

“Tahun lalu kami mengirimkan siswa kami ke Kanada dan Jordania. Di Jordania kami juga melakukan misi kebudayaan dan diliput media massa di sana.”

Tinggal dan belajar selama satu bulan di luar negeri memang menjadi salah satu kewajiban yang harus diikuti oleh siswa IIBS.

Biaya mahal

Untuk mendapatkan fasilitas belajar yang utama, maka siswa juga harus siap untuk membayar mahal.

“Kami ingin memberikan yang terbaik, salah satu contohnya kami membayar suplai listrik di sekolah ini dengan tarif industri sehingga terhindar dari gangguan pemadaman listrik,” tutur Zerry.

Jadi jika kawasan sekitar IIBS masih terancam listrik padam, para siswa IIBS tidak usah khawatir proses belajar mereka terhenti hanya karena aliran listrik yang terputus.

Tapi itu artinya adalah orang tua membayar ekstra.

Untuk masuk SMA di IIBS, misalnya, orang tua harus merogoh rekeningnya sebesar Rp90 juta untuk tahun pertama sedangkan tahun kedua hanya membayar uang sekolah sebesar Rp5 juta per bulan.

Siswa putri IIBSRuang belajar untuk siswa puitra dan putri di SMA IIBS dipisahkan.

Masih ada lagi tambahan biaya untuk kunjungan belajar ke luar negeri selama satu bulan, sekitar Rp40 juta lebih.

Namun biaya tampaknya bukan masalah bagi sejumlah orang tua.

“Bagi saya dengan hasil yang kami peroleh maka uang yang kami keluarkan sepertinya tidak seimbang. Saya menyukai hasilnya dan biaya bagi kami tidak masalah,” kata Herman Sani, seorang pengusaha.

Dua putranya sudah tamat dari IIBS dan melanjutkan pendidikan ke Universitas Indonesia, sedang satu lagi masih di IIBS.

Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi di Indonesia, maka semakin banyak pula orang yang mampu untuk mengirimkan anaknya ke sekolah berasrama modern.

Demand untuk sekolah ini memang cukup tinggi sehingga laris dan memang peminatnya banyak dari kelas menengah atas,” tambah Prof Dr Bambang Pranowo.

Bagaimanapun Zerry Novian menegaskan bahwa IIBS bukan sekedar sekolah berasrama modern yang mahal dengan pengajaran seperti sekolah umum lainnya.

“Kami mengintegrasikan agama Islam ke dalam kegiatan sehari-hari,” tegas Zerry kepada BBC Indonesia.

Agaknya di sebuah negara yang sedang mengalamai pertumbuhan ekonomi -dengan masyarakat yang masih kuat memegang nilai-nilai agama- terbuka peluang untuk menawarkan sesuatu yang ‘mahal’ dengan karakter agama.

Diadopsi dari http://www.bbc.co.uk/indonesia/laporan_khusus/2011/08/110816_sekolahislam1.shtml

Link IBS

Berikut adalah link situs lembaga pendidikan Islam yang berbasis IBS.

http://www.almanar-azhari.org/

http://www.albinaa.or.id/

http://www.alkautsar.org/

http://www.binaumat.com/

http://www.sekarkemuning-ibs.net/

http://www.darulmarhamah.com/

http://www.nfbs.or.id/ Nurul Fikri Boarding School

http://www.nfbslembang.com/ Yayasan Pesantren Pendidikan Islam Madani

http://www.arrohmah-mlg.com/

http://www.kafila.or.id/

http://www.jakartaislamicschool.com/

http://www.al-multazam.org/

http://lpmi-alizzah.com/

http://www.ummulqura.sch.id/

http://www.lembaharafah.or.id/

http://arrohmah-putri.com/

http://www.assalaam.or.id/

http://darulfaizin.net/

http://www.annuqayah.org/

http://al-irsyadbogor.or.id/

http://www.nuruliman.or.id/

http://www.assyifa-boardingschool.info/

http://smpihbs.sch.id/ Ibnu Hajar Boarding School

http://qudwah.com/

http://hikmah.or.id/

http://smadarulhikmahpakem.blogspot.com/

http://www.daiannur.com/

http://hidayatunnajah.or.id/

http://www.air.or.id/

http://jibbsecondary.com/

http://www.almukmin-ngruki.com/

http://smpjibbs.blogspot.com/

http://www.thariq.com/

http://www.al-taqwa.vic.edu.au/

http://www.alfurqon.or.id/

http://iiec-edu.com/

http://smaiibscelista.blogspot.com/

http://www.smaluqmanalhakim.com/

http://www.iis.edu.my/ http://attamimi.edu.my/ http://at-tamimi.blogspot.com/

Untuk lebih lengkap dapat Anda kunjungi

http://sekolah.muslim.or.id/

http://www.ruangmuslim.com/

http://iibs-ri.com/

SMP IHBS

Oleh Brilly El-Rasheed

 

Menggunakan nama besar tokoh Islam merupakan trik cepat meraih popularitas. Banyak penyelenggara IBS yang memakai nama besar tokoh-tokoh Islam kenamaan. Sekolah menengah pertama (SMP) yang satu ini juga menangkap sinyal peluang tersebut. Ibnu Hajar Boarding School (IHBS) namanya. Siapa yang tak kenal Ibnu Hajar. Ulama hadits tersohor, pensyarah kitab Shahih Al-Bukhari, dikenal seluruh dunia, terlebih di kalangan penuntut ilmu hadits, penelitian beliau menjadi rujukan.

Tulisan kali ini bukan untuk mengulas profil Al-Imam Ibnu Hajar, pemilik kitab Fat-h Al-Bari, melainkan profil IHBS. Jika Anda browsing video seputar IHBS di Youtube, Anda insya Allah akan temukan setidaknya empat video panjang yang diterbitkan sendiri oleh IHBS, yang membedah bagaimana sistem pendidikan di dalamnya.

Konsep pendidikan berbasis information technology (IT) menjadi ikon sekaligus daya tarik IHBS. Kemahiran para santri/siswa IHBS dalam bidang ilmu dunia dan ilmu akhirat patut diacungi empat jempol. Mahir sains dan teknologi, juga mahir qira’ah, hafalan ayat dan hadits, fiqih, dan lain sebagainya.

Dengan visi Membentuk Generasi Islam yang Cerdas, Terampil, dan Bertaqwa dengan Manhaj Salafusshalih, IHBS bisa dikatakan telah berhasil menjadi model Islamic Boarding School yang benar-benar bermanhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Dibawah supervisi ustadz kibar, Al-Ustadz Zaenal Abidin bin Syamsuddin, Lc., IHBS melejitkan prestasinya hingga namanya terdengar ke mancanegara. Banyak santri/siswanya yang berasal dari luar negeri.

Para orang tua yang ingin putra-putrinya bersekolah di IBS yang bermutu dan berkelas, IHBS salah satunya. Kami berani menjamin, Anda akan puas dengan hasil pendidikan yang dijalankan didalamnya. Lebih dari itu, seluruh stakeholder internal dan eksternal, termasuk Anda, diberi fasilitas konsultasi agama, pendidikan, dan keluarga.

Penasaran? Langsung saja menuju situsnya, http://smpihbs.sch.id/.

Ditulis oleh Brilly El-Rasheed

عَذَابٌ مُعَجَّلٌ

عَذَابٌ مُعَجَّلٌ

تأليف برلي الرشيد

بين فى القرأن و السنة ان بعض الذنوب تعجل عذابها فى الدنيا. منها:

أولا حُبُّ الدُّنْيَا. قال النبي صلى الله عليه وسلممَنْ كَانَتْ الْآخِرَةُ هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ وَجَمَعَ لَهُ شَمْلَهُ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ وَمَنْ كَانَتْ الدُّنْيَا هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَفَرَّقَ عَلَيْهِ شَمْلَهُ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنْ الدُّنْيَا إِلَّا مَا قُدِّرَ لَهُ.(صححه الالبانى فى صحيح سنن الترمذى ر. 2465 و سلسلة الاحاديث الصحيحة ر. 949-950)

ثانيا ظُلْمٌ وَعُقُوْقُ الْوَالِدَيْن. قال النبي صلى الله عليه وسلم بَابَانِ مُعَجَّلاَنِ عُقُوْبَتُهُمَا فِى الدُّنْيَا الْبَغْيُ وَالعُقُوْقُ. (رواه الحاكم فى المستدرك. صححه الالبانى فى سلسلة الاحاديث الصحيحة ر. 1120)

وقال صلى الله عليه وسلم ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ لاَ تُرَدُّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الصَّائِمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ. (رواه البيهقي فى السنن الكبرى ر. 6185. صححه الالبانى فى سلسلة الاحاديث الصحيحة ر. 1797)

وقال صلى الله عليه وسلماِتَّقُوْا دَعْوَةَ الْمَظْلُوْمِ فَإِنَّهَا تُحْمَلُ عَلَى الْغَمَامِ يَقُوْلُ اللهِ وَعِزَّتِيْ وَجَلاَلِيْ لَأَنْصُرَنَّكَ وَلَوْ بَعْدَ حِيْنٍ. (صححه الالبانى فى صحيح الجامع ر. 117)

وقال صلى الله عليه وسلم اِتَّقُوْا دَعْوَةَ الْمَظْلُوْمِ فَإِنَّهَا تَصْعَدُ إِلَى السَّمَاءِ. (صححه الالبانى فى صحيح الجامع ر. 118)

ثالثا ترك الدعوة و الجهاد و الامر بالمعروف و النهي عن المنكر.قال النبي صلى الله عليه وسلممَثَلُ الْقَائِمِ عَلَى حُدُودِ اللهِ وَالْمُدْهِنُ فِيْهَا كَمَثَلِ قَوْمٍ اسْتَهَمُوْا عَلَى سَفِيْنَةٍ فِى الْبَحْرِ فَأَصَابَ بَعْضُهُمْ أَعْلاَهَا وَأَصَابَ بَعْضُهُمْ أَسْفَلَهَا فَكَانَ الَّذِيْنَ فِيْ أَسْفَلِهَا إِذَا اسْتَقَوْا مِنَ الْمَاءِ مَرُّوْا عَلَى مَنْ فَوْقَهُمْ فَقَالَ الَّذِيْنَ فِيْ أَعْلاَهَا: لاَ نَدْعُكُمْ تَصْعَدُوْنَ فَتُؤْذُوْنَا فَقَالُوْا: لَوْأَنَّا خَرَقْنَا فِيْ نَصِيْبِنَا خَرْقًا وَلَمْ نُؤْذِ مَنْ فَوْقَنَا فَإِنْ يَتَرَكُوْهُمْ وَمَا أَرَادُوْا هَلَكُوْا جَمِيْعَا وَإِنْ أَخَذُوْا عَلَى أَيْدِيْهِمْ نَجَوْا وَنَجَوْا جَمِيْعًا. (رواه البخارى فى صحيحه ر. 2361. صححه الالبانى فى صحيح الجامع ر. 5832 و فى سلسلة الاحاديث الصحيحة ر. 69)

وقال صلى الله عليه وسلم مَا تَرَكَ قَوْمٌ الْجِهَادَ إِلاَّ عَمَّهُمُ اللهُ بِالْعَذَابِ. (رواه الطبرانى فى المعجم الاوسط ر. 3839. صححه الالبانى فى سلسلة الاحاديث الصحيحة ر. 2663)

وقال صلى الله عليه وسلم مَا مِنْ قَوْمٍ يَعْمَلُ فِيْهِمْ بِالْمَعاَصِي هُمْ أَعَزُّ وَأَكْثَرُ مِمَّنْ يَعْمَلُهُ ثُمَّ لَمْ يُغَيِّرُوْهُ إِلاَّ عَمَّهُمُ اللهُ تَعَالَى مِنْهُ بِعِقَابٍ. (صححه الالبانى فى صحيح الجامع ر. 5749)

وقال صلى الله عليه وسلم إِنَّ النَّاسَ إِذَا رَأَوْا الظَّالِمُ فَلَمْ يَأْخُذُوْا عَلَى يَدَيْهِ أَوْشَكَ أَنْ يَّعُمَّهُمُ اللهُ بِعِقَابٍمِنْهُ. (رواه ابو داود فى سننه ر. 4340. صححه الالبانى فى صحيح الجامع ر. 1973 و فى سلسلة الاحاديث الصحيحة ر.1564)

وقال صلى الله عليه وسلموَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَتَأْمُرُنَّ بِالْمَعْرُوْفِ وَلَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ أَوْ لَيُوْشِكَنَّ اللهُ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا -و فى رواية الترمذى عِقَاباً-مِنْهُثُمَّ تَدْعُوْنَهُ فَلاَ يُسْتَجِيْبُ لَكُمْ. (رواه الترمذى ر. 2169. صححه الالبانى فى صحيحالترغيب والترهيب ر. 2313)

وقال صلى الله عليه وسلممَا نَقَضَ قَوْمٌ الْعَهْدَ قَطٌّ إِلاَّ كَانَ الْقَتْلُ بَيْنَهُمْ وَمَا ظَهَرَتْ فَاحِشَةٌ فِيْ قَوْمٍ قَطٌّ إِلاَّ سَلَّطَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْهِمْ الْمَوْتَ وَلاَ مَنَعَ قَوْمٌ الزَّكَاةَ إِلاَّ حَبَسَ اللهُ عَنْهُمْ الْقَطْرُ. (صححه الالبانى فى سلسلة الاحاديث الصحيحة ر. 107)

رابعا الْكِبْرُ. قال رسول الله صلى الله عليه وسلمما من آدمي إلا في رأسه حكمة بيد ملك فغذا تواضع قيل للملك ارفع حكمته وإذا تكبر قيل للملك ضع حكمته. (صححه الالبانى فى سلسلة الاحاديث الصحيحة ر. 538)

قال الالبانى ,فى سلسلة الاحاديث الصحيحة فى هذا الحديث, الحكمة محركة ما أحاط بحنكي الفرس من لجامه وفيها العذاران وهما من الفرس كالعارضين من وجه الإنسان.

خامسا الْمَسْأَلَةُ. قال رسول الله صلى الله عليه وسلموَلاَ يَفْتَحُ عَبْدٌ بَابَ مَسْأَلَةٍ إِلاَّ فَتَحَ اللهُ عَلَيْهِ بَابَ فَقْرٍ. (رواه احمد فى المسند. صححه الالبانى فى صحيحالترغيب والترهيب ر. 2462)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.